31 SPBU dalam Pengawasan, Tuban Menjaga BBM dari Bayang-Bayang Kelangkaan
TUBAN, mediasurabaya-news.com - Kelangkaan bahan bakar minyak tidak selalu dimulai dari tangki yang kosong. Kadang, ia bermula dari kegelisahan: kabar yang menyebar, pembelian yang mendadak meningkat, lalu antrean kendaraan yang perlahan memanjang. Ketika kepanikan bertemu dengan kebutuhan, persediaan yang semula mencukupi pun dapat berubah menjadi persoalan.
Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kemungkinan itulah yang hendak dicegah kepolisian.
Minggu, 18 Oktober 2026, jajaran Polresta Tuban memantau 31 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemeriksaan mencakup ketersediaan BBM bersubsidi dan nonsubsidi, kelancaran pasokan, hingga kemungkinan munculnya aktivitas pembelian yang tidak wajar.

Hasilnya memberikan satu kesimpulan sementara: Tuban belum menghadapi kelangkaan BBM.
Menurut laporan kepolisian, stok bahan bakar masih mencukupi. Distribusi dari PT Pertamina Fuel Terminal Tuban berlangsung setiap hari tanpa hambatan yang dilaporkan. Tidak ditemukan antrean panjang, pembelian karena kepanikan, ataupun transaksi borongan dalam skala besar.
Namun, ketiadaan antrean bukan berarti pengawasan dapat dihentikan.
Kasihumas Polresta Tuban, Iptu Mokhamad Iksan, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia dan distribusinya tidak mengalami gangguan.
“Distribusi dari Pertamina ke SPBU juga berjalan normal dan tidak ditemukan antrean panjang,” ujarnya.
Di balik laporan yang tampak menenangkan itu terdapat persoalan yang lebih luas: bagaimana memastikan BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Bahan bakar bukan sekadar komoditas yang menggerakkan kendaraan. Di Tuban, pasokannya turut menopang kegiatan pertanian, perikanan, perdagangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Gangguan distribusi dapat membawa konsekuensi yang melampaui halaman SPBU.
Karena itulah, kepolisian tidak hanya memperhatikan jumlah persediaan, tetapi juga kemungkinan penyalahgunaannya.
Praktik penimbunan, pembelian tidak sesuai ketentuan, dan penjualan kembali BBM bersubsidi untuk memperoleh keuntungan menjadi sejumlah risiko yang diantisipasi. Kendati demikian, hasil pemantauan kali ini tidak menunjukkan adanya temuan praktik tersebut.
Iksan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan,” katanya.
Pengawasan juga diarahkan kepada pengelola SPBU. Setiap gejala kekosongan stok atau antrean yang tidak biasa diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi gangguan distribusi.
Sementara itu, jajaran Polsek diminta meningkatkan patroli di wilayah masing-masing, terutama di sekitar SPBU. Koordinasi dengan PT Pertamina Fuel Terminal Tuban dan pengelola SPBU terus dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan.
“Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, petugas akan melakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Iksan.
Hasil pemeriksaan terhadap 31 SPBU tersebut setidaknya memperlihatkan bahwa pasokan BBM di Tuban, berdasarkan pemantauan kepolisian pada 18 Oktober, masih berada dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, laporan tersebut belum merinci volume cadangan masing-masing SPBU, rata-rata konsumsi harian, maupun kemampuan persediaan bertahan apabila permintaan meningkat tajam.
Data semacam itu penting untuk memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai ketahanan pasokan, bukan semata memastikan bahwa bahan bakar masih tersedia ketika pemeriksaan berlangsung.
Untuk sementara, masyarakat Tuban tidak perlu menghadapi antrean panjang sebagaimana dikhawatirkan. Kendaraan masih dapat mengisi bahan bakar, sementara distribusi dilaporkan berjalan sebagaimana mestinya.
Tetapi pengawasan tetap memiliki alasan untuk berlangsung.
Sebab, dalam urusan bahan bakar bersubsidi, persoalannya bukan hanya apakah minyak masih tersedia di dalam tangki, melainkan juga apakah setiap liter yang keluar benar-benar mengalir melalui jalur yang semestinya.
Di Tuban, persediaan dinyatakan aman. Menjaga agar keadaan itu tidak berubah menjadi persoalan adalah pekerjaan berikutnya. (RED PT.MSR)