Event Art Sketsa Indonesia Tunggal Roso Resmi Dibuka di Surabaya, Seniman Lintas Agama Bersatu Lewat Lukisan
SURABAYA, mediasurabaya-news.com – Semangat toleransi dan persatuan dalam keberagaman mewarnai pembukaan pameran lukisan bersama lintas agama bertajuk Event Art Sketsa Indonesia Tunggal Roso yang digelar Art Space Widya Kartika, Selasa (27/10/2026).
Bertempat di Gedung Widya Kartika, Jalan Dukuh Kupang Timur XIII Nomor 12 A, Surabaya, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan para seniman dari berbagai daerah untuk menyampaikan pesan perdamaian, kebersamaan, dan kerukunan melalui karya seni lukis.

Pembukaan pameran berlangsung pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. Acara dibuka oleh RD. Yosef Eko Budi Susilo.
Dari konsep yang diusung, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang menampilkan karya seni, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa perbedaan latar belakang agama, budaya, dan daerah bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan.
"Pameran lukisan bersama lintas agama ini mengangkat semangat Indonesia Tunggal Roso, sebuah tema yang merefleksikan pentingnya kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia." Ujar Husni ketua panitia
Melalui seni lukis, para seniman memiliki ruang untuk mengekspresikan gagasan, pandangan, serta pesan kemanusiaan yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya yang dapat membuka ruang dialog dan mempererat hubungan antarkomunitas.
Karya seni tidak hanya berbicara melalui warna, garis, dan bentuk, tetapi juga dapat menyampaikan pesan tentang kedamaian, penghormatan terhadap perbedaan, dan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis.
Pameran ini melibatkan para 52 pelukis dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik, Lamongan, Lawang, Salatiga, Surakarta, Ambarawa, Semarang, Solo, Madura, Bandung, dan Bali.
Keterlibatan seniman dari berbagai wilayah tersebut memperlihatkan luasnya jangkauan kegiatan sekaligus membuka kesempatan bagi para pelukis untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan memperkenalkan karakter karya masing-masing.
Pertemuan lintas daerah dan lintas agama melalui kegiatan seni diharapkan dapat memperkuat jejaring komunitas seniman sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni lukis Indonesia.

Masyarakat dipersilakan hadir Gratis. Pembukaan pada Selasa (27/10/2026), pameran dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 28–31 Oktober 2026.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran pada pukul 08.00–16.00 WIB di Gedung Widya Kartika, Jalan Dukuh Kupang Timur XIII Nomor 12 A, Surabaya.
Panitia membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk hadir secara gratis. Dengan demikian, pameran ini diharapkan dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pencinta seni, pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, hingga masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat karya para pelukis.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga tercantum dari SPS Corporate, Tesla Paints, dan Untag Surabaya.
Pameran Event Art Sketsa Indonesia Tunggal Roso menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa persatuan dapat dirawat melalui banyak cara, termasuk melalui kebudayaan dan seni.

Di tengah perbedaan keyakinan serta latar belakang sosial, seni dapat menjadi bahasa bersama yang menyatukan manusia tanpa harus menghapus identitas masing-masing.
Melalui pertemuan para pelukis dan keterlibatan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman sekaligus memperkuat semangat toleransi di Kota Surabaya.
Pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat bagaimana para seniman menerjemahkan gagasan dan pengalaman mereka ke dalam karya yang memiliki nilai estetika sekaligus pesan sosial. (ARIE)