Sumpah Pemuda ke-98, PSHT Ranting Benjeng Teguhkan Jiwa Setia Hati dan Persaudaraan Tanpa Batas
GRESIK, mediasurabaya-news.com - Persaudaraan bukan sekadar ikatan yang terucap di bibir. Ia adalah janji batin yang dijaga melalui kesetiaan, pengorbanan, dan keluhuran budi. Di sanalah ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menemukan maknanya, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menyatukan anak bangsa melampaui segala perbedaan.
Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, PSHT Ranting Benjeng, Cabang Gresik, Pusat Madiun, menggelorakan semangat Mangun Karsa, Ngangun Bangsa, sebagai pengingat bahwa warga SH Terate memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan mengabdi kepada tanah air.
“Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti.” Segala sifat angkara murka akan luluh oleh keluhuran budi. Falsafah ini menjadi pengingat bahwa seorang pendekar sejati bukanlah mereka yang mampu mengalahkan banyak lawan, melainkan mereka yang sanggup menundukkan hawa nafsu dan kesombongan dirinya sendiri.
Dalam pendidikan SH Terate, dikenal lima dasar pembinaan, yakni persaudaraan, olahraga, bela diri, kesenian, dan kerohanian (ke-SH-an). Kelimanya menjadi jalan pembentukan manusia berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai Memayu Hayuning Bawana mengajarkan pentingnya menjaga ketenteraman dan keharmonisan kehidupan. Sementara semangat Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe menanamkan ketulusan dalam berbuat, bekerja tanpa mengharapkan pujian, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Bagi warga dan siswa SH Terate, persaudaraan tidak berhenti pada sabuk, tingkatan, ataupun seragam hitam. Persaudaraan adalah laku kehidupan. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, berani memperjuangkan kebenaran tanpa mengandalkan kekuatan massa, serta meraih kemenangan tanpa merendahkan martabat orang lain.
Sumpah Pemuda mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. SH Terate merawat nilai itu melalui ajaran Setia Hati, yang menempatkan kejujuran hati, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap sesama sebagai landasan kehidupan.
Di tengah perbedaan yang kerap menguji persatuan, pesan luhur tersebut menemukan relevansinya: Ojo Adigang, Adigung, Adiguna. Jangan menyombongkan kekuatan, kedudukan, ataupun kepandaian.
Dari Benjeng, semangat persaudaraan itu terus digaungkan. Sebab, menjadi pendekar bukan tentang siapa yang paling ditakuti, melainkan siapa yang paling mampu menjaga kedamaian.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98.
PSHT Ranting Benjeng, Cabang Gresik, Pusat Madiun.
Jaga Persaudaraan, Eratkan Persatuan, Wujudkan Indonesia Jaya. (WIDIJI)